Rabu, 18 Juli 2012

Confused




Suatu ketika ada yang bertanya pada saya. “Jadi kamu bangga ga sama negara mu?”

Saya tidak langsung menjawab, tetapi berpikir agak lama dan memutuskan untuk menjawab dengan tawa kosong. Saya berpikir kalau saya menjawab “ya” maka saya dianggap munafik karena kalau kita lihat kondisi negara saat ini, jujur saja dimana letak membanggakannya? Dan kalau saya menjawab “tidak” saya dianggap ga patriotis. Bwehhh

Jika saya ditanya pertanyaan yang sama tetapi pada masa yang berbeda pada masa sumpah pemuda atau kemerdekaan misalnya, saya akan menjawab “Ya”. Kalau saya menjawab “tidak” bisa – bisa saya dianggap sebagai pengkhianat dan mati di ujung bedil atau bambu runcing.

Kenapa saya bisa bilang “ya” jika saya ada di masa perjuangan?

Karena pada masa itu manusia – manusia anak indonesia sudah sangat yakin betul kalau Indonesia ini milik anak – anak Indonesia sendiri, bukan Jepang, Belanda atau bangsa penjajah lainnya. Rasa memiliki yang begitu besar inilah yang membuat perjuangan itu bukan dianggap sebagai tugas mulia semata tetapi juga sebagai kewajiban, jihad. Orang – orangnya pun memiliki pola pikir yang sangat maju yang menginginkan Indonesia sebagai negara bebas merdeka yang penduduknya makmur sejahtera. Karena itu pola pikir ini dituang dalam UUD 45 yang menjadi fondasi bangsa. Orang – orang begitu bangga saat bendera merah putih di kibarkan dan lagu Indonesia Raya di mainkan. Jadi hanya pengkhianat bangsa yang tidak merasa bangga akan Indonesia di masa itu

Mari kita lihat jaman sekarang. Anak – anak sekolah di suruh upacara hanya sebagai formalitas. Bukan karena mereka bangga saat merah putih dikibarkan. Aturan untuk dilanggar dll. Perubahan 180 derajat terjadi jika masa sekarang dibandingkan dengan masa perjuangan kemerdekaan. Sama sekali tidak ada rasa memiliki negara. Saya juga seperti itu sih, soalnya saya ga melihat satu contoh pun yang menunjukkan rasa kebanggaan itu.

Mari kita lihat faktor – faktor apa saja yang bisa dianggap membanggakan negara seperti yang sering disebut pemerintah sekarang

Yang pertama Sumber daya alam. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Minyak, batu bara, emas, timah, alumunium, semua ada di Indonesia. Tapi SDA ini hanyalah bonus dari Alloh SWT bagi Indonesia. Yang bisa habis jika terus – terusan di pakai tanpa henti. Menurut pasal 33 ayat 1 dimana SDA merupakan tanggung jawab negara dan dikelola negara untuk kemakmuran rakyat. Tapi pada kenyataanya apa benar begitu? SDA utama negara tetap saja di kuasai oleh asing. Atau bahkan mafia SDA yang menggunakan SDA untuk kepentingan pribadi mereka semata. Kalian bisa bilang kalau tulisan ini hanya bullshit semata, tapi hal ini sudah menjadi rahasia umum dan sekarang media sudah terbuka kalian bisa cari sendiri infonya. Jika suatu saat SDA milik Indonesia habis, kira – kira apa yang dilakukan negara? Apa negara sudah punya blue printnya atau back up plan jika hal ini terjadi? Ga tau. Mungkin pemerintah juga ga tau, mereka berpikir selama masih belum habis ngapain di pikirin. Negara kita sudah ga punya visi dan misi lagi. UUD 45 sudah basi, revisi hanya menyusahkan anak SD kalau di suruh menghapal karena ayatnya makin panjang.

Yang kedua Budaya. Katanya Indonesia kaya akan budaya. Indonesia terdiri dari suku bangsa yang beragam yang tersebar di 5 pulau utama dan lebih dari 1000 pulau kecil. Tapi apa pemerintah tau dan sadar akan hal ini? Saat Malaysia mengklaim tari pendet, tor tor, batik reog dll, dll, pemerintah kaget dan baru sibuk membuat konferensi pers, mendaftarkan budaya, marah – marah, demo di kedutaan Malaysia dll. Jadi sebenarnya tugas kementrian kebudayaan itu apa? Tidur dan terima gaji? Kalau emang gitu boleh juga saya daftar di situ. Hehehe. Seharusnya pemerintah punya database seluruh kebudayaan milik negaranya sendiri dan didaftarkan secara berkala ke PBB jadi kalau ada negara lain yang mengklaim ga usah repot – repot demo. Tuntut aja negaranya. Dosen saya yang lulusan Malaysia pernah bercerita kalau setiap ada wisuda di universitasnya, adalah alat musik angklung yang dimainkan saat para wisudawan di kukuhkan gelarnya oleh rektor. Dan para mahasiswa yang sebagian besar berasal dari negara lain selain Malaysia dan Indonesia, (thailand, bangladesh, dll) bakal ga sadar kalau angklung itu sebenernya adalah milik Indonesia. Seharusnya kementrian kebudayaan itu bakal jadi kementrian paling capek karena ada ribuan, bahkan jutaan budaya yang harus di data di Indonesia. Tapi selama ini kita ga pernah me- review apa kerja kementrian ini sih, yang di bahas biasanya kementrian yang vital saja. Mungkin wartawan sekali – kali harus bikin laporan tentang kementrian ini biar kita pada tau. 

Saya pernah ikut kuliah umum DR Firmansyah mantan dekan FEUI, dimana ia ditunjuk menjadi salah satu anggota tim ekonomi yang bertugas untuk memproyeksi dan membuat kebijakan ekonomi (kalau saya ga salah). Suatu ketika ia bingung waktu mengumpulkan data tentang bahan ekspor apa saja dari Indonesia yang keluar ke negara lain. Kementrian perdagangan dan perindustrian tidak punya data, kementrian luar negri juga tidak ada. Akhirnya jalan terakhir adalah mencari data melalui negara lain. Bayangkan negara lain lah yang memiliki data tentang Indonesia, bukan negaranya sendiri. Jadi ga usah heran kalau negara lain bebas masuk ke negara ini dan ngacak – ngacak di dalam wong data mereka pasti lengkap. Duta besar asing itu pasti kerjanya ngumpulin data.

Yang ketiga manusia. Indonesia  merupakan negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia. Jadi apa ini jadi kekuatan Indonesia? Pastinya ga lah. Masih banyak SDM pendidikannya tidak tinggi bahkan SD saja ga lulus. Bukti lainnya banyak pengangguran. Banyak kriminalitas karena banyak pengangguran karena ga berpendidikan. Korupsi, ancam mengancam, suap..... Waahh ribet. Ga usahlah saya tulis banyak – banyak di sini. SDM yang begini nih yang bikin kementrian kebudayaan ga punya data kebudayaan Indonesia. Dll dll

Dan mungkin masih banyak faktor lain yang dianggap membanggakan (padahal enggak) di Indonesia seperti ekonomi, atau apa ada lagi ya? Saya juga ga tau hehehe.

Saya jadi penasaran, apakah orang Amerika, Eropa atau China atau negara maju lah. jika ditanya pertanyaan tentang bangga terhadap negaranya apa kira – kira jawabannya. Apa bakal galau kaya saya juga? Hehehe.

Mohon maaf kalau tulisan ini terlalu skeptis, tapi ya itu salah satu bentuk kegalauan saya saja (^^)

Jumat, 13 Juli 2012

An Alternatif Leader




Memilih pemimpin alternatif.

Kemarin liat sebuah newsflash dari metro tv yang mengajak kita memilih presiden alternatif karena dikhawatirkan kalau di 2014 nanti calon presiden yang ada merupakan calon presiden yang juga ikut bertarung pada pemilihan presiden di 2009 kemarin. Orangnya yang itu – itu saja.
Di berita tersebut kita diajak mellihat calon presiden dari 2 golongan yaitu golongan pengusaha (yang pada berita itu di wakili oleh sandiaga uno, chairul tanjung, dan satu lagi saya lupa) dan golongan akademisi (yang diwakili oleh anies baswedan rektor Paramadina, komaruddin hidayat rektor UIN dan firmansyah mantan dekan FEUI).

Yang mau saya bahas adalah pemilihan golongan akademisi sebagai seorang pemimpin. Saya sebenarnya kurang setuju dengan pendapat ini karena bagi saya akademisi sebaiknya tidak menjadi pemimpin. Akademisi harusnya tetap sebagai akademisi (kalau mentri saya mungkin bisa menerima) bukan sebagai pemimpin suatu negara

Negara kita, menurut saya, kurang berjodoh dengan pemimpin dari golongan akademisi. Pemimpin sukses yang pernah memerintah kita ada 2 orang. Yaitu bapak soekarno dan bapak soeharto. Diluar segala kontroversi yang ada di balik pemerintahan mereka, tapi tidak bisa dipungkiri mereka lah yang membawa nama indonesia ke kancah internasional. Presiden – presiden  sesudahnya hanya melanjutkan apa yang telah diperbuat oleh dua orang tersebut.

Dan bisa kita lihat, kedua orang itu tidak ada yang berasal dari golongan akademisi. Yang satu merupakan aktivis dan pendiri parpol, sedangkan yang satu lagi adalah seorang  jendral besar militer dengan bintang empat.

Satu – satunya presiden yang berasal dari pihak akademisi adalah bapak BJ Habibie. Tidak bisa dipungkiri kalau bapak Habibie merupakan anak indonesia yang berotak super brillian dan sangat berintegritas. Tetapi pemerintahan bapak Habibie hanya sebentar karena beliau adalah pengganti pak harto yang digulinggkan oleh mahasiswa pada masa reformasi. Sebentarnya pemerintahan pah Habibie juga dipengaruhi oleh banyaknya orang yang tidak sesuai dengan orang – orang di sekitarnya. Pola pikir pak habibie yang sudah sangat maju tidak bisa diterima dengan orang – orang yang sudah korup dan rusak hati dan pikirannya di masa Orba. Dan pak habibie pun akhirnya tidak bisa melanjutkan tugasnya menjadi presiden Indonesia.
Inilah akademisi. Mereka memiliki pikiran – pikiran yang maju dan cemerlang untuk kebaikan bangsa, tetapi mereka tidak bisa mewujudkannya karena bangsa itu sendiri. Hal yang sama saya lihat pada dosen – dosen saya di kampus yang selalu terbentur entah dengan birokrasi, atau peraturan bahkan UU. Mereka akhirnya hanya bisa ngedumel tentang masalah ini pada mahasiswanya yang ga tau apakah ngedumel itu bermanfaat bagi siswanya atau tidak.

Akademisi bagi saya adalah orang suci, santo yang bisa mengarahkan manusia – manusia bodoh menuju kebenaran. Mereka tidak boleh dikotori dengan sampah – sampah politik. Karena jika mereka sudah kotor kepada siapa lagi rakyat belajar? Akademisi lah yang mempunyai peran penting dalam kehidupan rakyat indonesia. Karena itu mereka dihargai sangat tinggi diluar negri, tapi tidak di sini di negrinya sendiri. Di zaman sahabat nabi saja, para ulama yang berilmu itu tidak ada yang mau menjadi pemimpin/khalifah, maka kalo ada akademisi yang ngotot mau jadi pemimpin, pasti ada maksud lain dibelakangnya. Memang tidak semua akademisi adalah orang suci, ada juga yang hanya menjadikan peran akademisi sebagai ladang uang saja, tetapi kalau masih ada orang – orang seperti pak anies baswedan atau pak firmansyah atau dosen saya, kita masih bisa optimis dengan kebaikan seorang  akademisi (saya tidak tahu banyak tentang pak komaruddin hidayat). Kalau kata dosen saya, dosen juga perlu makan, kalau Cuma mengandalkan gaji perut ga bisa terisi.


Jadi dari alternatif calon presiden diatas saya pilih siapa? Menurut saya mungkin pilihan terbaik ada pada golongan pengusaha atau kader parpol. Tetapi liat juga pribadinya, kalau pengusaha busuk atau parpol busuk juga ngapain di suruh mimpin negara, bisa – bisa negara ikutan busuk. Rakyat sekarang sudah cerdas, media sudah terbuka, yang bisa ditutup – tutupi semakin lama semakin sedikit, kalau masih salah pilih ya  itu salah sendiri :P

Sabtu, 30 Juli 2011

Tempted

Hi all.

Hmm.. just want to make a clarification, the post title is doesnt mean anything. i just make it as a title because i was tempted to keep on bloging again after i read my friends blog. hehehe. so please dont think anything wierd bout me.

hmm... nothing much to say, but in this past week im so tired because of my schedule (like i'm a celebrity or what? hahaha). but i try to manage them all. and also in this kind of month, Medan has a weird weather. sometimes its really hot at day and sometimes its very cold and followed by a huge rain. it makes my condition not too good. :(

its been a while that i post about Nguping(in)Medan.. so, let me tell you a few things i've heard in the past few months. here goes..


Jangan Lupa Cabut Juga SIM cardnya

X : Hey, nyabut flasdisk jangan langsung di cabut gitu aja
Y : Tenang aja. udah gue reject.

Didengar oleh saya yang berfikir kalau X sering banget di misscall sama orang yang ga dikenal


Coba Periksa Mesin Faxnya, kali aja dia disitu

X : Gimana? udah mau mulai?
Y : (mahasiswa yang mau sidang yang lagi nunggu dosen pembimbing) Belum bang, masih di australia bapak itu.
X : jadi bakal sempat ga?
Y : Ga tau bang. belum lagi katanya dia mau transkrip di singapur.

Diceritakan oleh X yang langsung mencari no faxnya singapur.


Sekarang SLJJ udah murah

X : eh ada trio lestari mau manggung. mau ikut nonton ga?
Y : males ah aku ga minat sama artis lokal.
X : jadi maunya nonton siapa
Y : yang interlokal donk.

Didengar oleh saya yang langsung ngecek tarif SLJJ berapa ya sekarang :P


Apa Dia Banyak Virusnya?

X : hebat juga Indonesia bisa menang kemarin
Y : ia christian gonzales bisa nyetak dua gol
Z : ia..ia hebat dia. ga salah dia ikut di netralisasi.

Didengar oleh saya yang langsung merasa gatal - gatal.


Mungkin Dia Bisa Parseltounge juga.

Dosen : Yah biasanya saya yang mengajar tentang bahasa orang. yaitu bahasa produsen dan konsumen. Untuk selanjutnya saya akan mengajar bahasa lain yaitu bahasa?
X : (pelan - pelan ) Hewan...
Dosen : ya betul.. bahasa barang.

Didengar oleh saya yang pengen tau apa yang dikatakan sama sapi saat di perah susuny

Ok thats all for now. hehehe.

Oya currently i've listen to INCUBUS new album (if not now, When?) and its a great album with a lot of great song. maybe later i post about it (i'm still sad because i cant see their performed in 26th july 4 days ago).

tata for now

Oya... Dua hari lagi mau puasa. Saya ingin minta maaf lahir dan batin kepada orang2 yang mengenal saya dan yang membaca blog ini. semoga salah2 kata dan perbuatan saya bisa dimaafkan. mari kita menyambut ramadhan dengan hati bersih dan semoga pahala kita diterima. Amiin.

Rabu, 18 Mei 2011

Secret Conversation of Our Board Members

Kemarin, aku baru baca majalah Tempo no 00011 edisi 16 – 22 Mei 2011. Majalah Tempo edisi ini memiliki judul yang menarik yaitu Calo – Calo Senayan, yang juga menjadi liputan utama mereka. Dari artikel ini kita bisa tahu apa saja sih yang dilakukan anggota dewan yang terhormat itu di kantor mereka. Dan apa saja sih yang harus dilakukan untuk membuat sebuah anggaran dalam rapat perencanaan APBN atau APBD. Saya sangat menyarankan seluruh rakyat Indonesia untuk membaca artikel ini. Agar kita tahu para anggota dewan yang terhormat yang kita pilih secara langsung itu kerjaannya ngapain aja di senayan. Ada indikasi bahwa anggota dewan menjadi calo bagi pejabat atau pengusaha untuk meng-Gol-kan proyek atau anggaran bagi daerah mereka. Dan tentu saja yang namanya calo itu dibayar lebih mahal.

Yah terlepas dari artikel itu benar atau tidak. Soalnya seluruh anggota dewan yang menjadi narasumber, kebanyakan membantah, atau tidak mau berkomentar tentang hal itu. Kalo ga benar yah silahkan tuntut aja majalahnya.

Yang jadi menarik buat saya adalah ada artikel kecil pendukung laporan utama itu yang berjudul Kamus Gaul Bahasa Senayan. Bagaikan sebuah cerita spionase, ternyata para anggota dewan juga memiliki kode – kode rahasia yang menurut majalah tempo bisa menyembunyikan transaksi gelap yang ada di gedung DPR. Kode ini hanya bisa dipahami oleh sesama anggota dewan, meskipun orang lain juga sudah bisa menduga maknanya.

Kode – kode itu antara lain:

Gini - gini aja nih? –diucapkan kalau tak ada tanda – tanda bakal ada kucuran uang.

Lagunya apa? Bagimu Negri? Ditanyakan sebelum proyek; ada uang atau tidak. Bagimu negri merujuk pada proyek yang tidak berduit karena bait dalam lagu itu berbunyi “Kami mengabdi...”

Kok puasa terus, kapan bukanya? –diucapkan kalau tak ada tanda bakal ada kucuran uang.

Hitungannya jago, tambah – tambahan hebat, tapi membaginya kurang pintar.. –Menyindir pejabat yant tidak pernah membagi duit.

Mana nih air zamzamnya? –Menanyakan kucuran uang.

Berapa meter kirimannya? –meter dipakai menggantikan kata “Milliar”

Kok kuenya pahit, kurang manis nih.. –protes karena jumlah duit yang dibagikan kurang.

Nah, begitu lho, makanannya enak – enak. Kami suka sekali dengan kiriman anda kemarin.. –puas dengan kiriman duit.

Ada makan siang, mau ikut nggak? –memberi tahu ada proyek yang akan digarap.

Lagi ketemu pasien –anggota dewan sedang bernegosiasi dengan pejabat atau pengusaha.

Selain itu ada juga kode dari pengusaha atau pejabat kepada anggota dewan. Antara lain:


Kami sudah kirim lima bola, bisa untuk main sama teman – teman. –setoran duit Rp. 500 juta.

Ada kiriman buku dari Amerika, maaf di dalamnya ada tiket nonton jazz 10 lembar. –ada kiriman amplop berisi US$ 10 ribu.

Sumber: Majalah Tempo no 00011 Edisi 16 – 22 Mei 2011


Gilee.. keren banget ya mereka. Saya bisa membayangkan di sebuah restoran mahal atau di saat kumpul2 bersama satu komisi atau fraksi, mereka ngobrol kaya gini

“aduh kok pahit ya kuenya, kurang manis”

“nyantai aja bro, ntar kite dapet air zamzamnya”

“Eh mau pada kemana nih?” “Makan siang, mau ikut ga?”

“Eh si anu kemana sih kok ga keliatan?” “Biasa bro, lagi ketemu pasien”

Wah. Saya kehabisan kata2. Ngomong2 artikelnya Tempo ini juga dibahas di “Apa Kabar Indonesia Malam” di TVOne hari ini tanggal 18 Mei 2011. Dengan bintang tamu Permadi, Fajrul Rachman dan anggota dewan yang saya lupa namanya. Permadi menyatakan bahwa hal2 seperti itu memang ada, sedangkan si anggota dewan itu bilang dia ga pernah tuh menemukan hal2 itu di gedung DPR. Fajrul Rachman memberikan solusi kalau anggota dewan yang memang ada melakukan hal2 itu jangan dipilih lagi lah kedepannya.

Hmm.... pusing ya mikirinnya. Seorang idealis pun kalau masuk ke kolam lumpur, mau ga mau akan berlumuran lumpur. Bahkan dari seorang kader partai muslim yang identik dengan islam yang bahkan menterinya saja ga mau bersentuhan dengan wanita saja dikabarkan menjadi calo juga di senayan. Yang hebatnya, orang yang meminta sang kader ini untuk menjadi calonya berpendapat bahwa dia adalah orang yang amanah. What the F**k? orang amanah apa kaya gitu?

Sebenarnya apa sih yang mereka cari? Dengan gaji dan tunjangan yang besar, mobil mewah dan rumah dinas, laptop, anggaran studi banding, duit rapat, untuk apa lagi coba mereka jadi calo? Wallohualam.

Semoga Alloh SWT menunjukkan jalan terbaik bagi saya, anggota dewan, dan kita semua jalan terbaik yang akan membawa kita menuju kebaikan dan kedamaian.

Amiiin.

Minggu, 15 Mei 2011

A Dialogue With The Devil

Beberapa waktu yang lalu aku membeli sebuah buku. Judulnya adalah Hidup Itu Indah. Awalnya aku kira kalau buku itu adalah buku komik kaya bukunya Beni & Mice, tapi yah agak2 beda juga. hehe. Buku itu adalah kumpulan komik karangan mas Aji Prasetyo yang juga bisa dibaca di blognya yaitu Klewang.multiply.com. Selain komik, ada juga tulisan pikiran dari mas Aji di situ. Yah buku ini recommended dari saya deh. hehe.

Diantara komik2 yang ada di dalam buku itu, ada satu cerita yang paling saya suka dan kagumi. Kok bisa ada orang yang bikin certita kaya gini, gitu pikir saya. Judulnya "Setan Menggugat". Nah, saya ingin berbagi cerita itu dengan kalian pembaca blog saya. kalau ada. hehehe..

Tapi karena saya ga bisa ngegambar, jadi saya akan bercerita dengan gaya cerpen. mudah2an pada ngerti ya dan jalan ceritanya ga berubah. Saya minta Ijin ya Mas Aji.

And the story goes like this

========================================================

Setan Menggugat




picture source

Suatu hari saat menjelang pulang ke rumah aku melihat sesuatu di ujung jalan. Sepertinya ada seseorang yang sedang memasang tali pada suatu tiang dan mengaitkan talinya pada lehernya sendiri. Aku terkesiap. Orang itu ingin gantung diri!!. Aku segera berlari sembari berteriak.

“Jangan lakukan itu Bung!!”

Orang itu hanya menoleh sedikit. Aku tidak bisa melihat bagaimana wajahnya. Tingginya sepantaran dengan ku tapi anehnya ia tidak memakai baju atasan, hanya celana pendek saja. Akhirnya orang itu berkata. “Memangnya kenapa? Usil Amat.”

“Kau akan dilaknat Tuhan!! ... Jiwamu tidak akan diterima!!” kataku lagi. Aneh pikirku. Kok jawabannya seperti itu.

Lalu ia menoleh sempurna ke arah ku dan berkata “Dari dulu kan sudah begitu?. Akulah satu – satunya makhluk Tuhan yang dilaknat.”

Saat itulah aku melihat sosoknya. Aku sangat terkejut hingga membuatku jatuh terduduk.

“HAH !? SETAN!! SYAITONIROJIM!!!” kataku . Ternyata ia sama sekali bukan manusia. Ia adalah Setan atau Syetan atau apalah kalian ingin menyebutnya. Ia sekarang berdiri didepanku. Sosok yang sama sekali tidak pernah aku harapkan untuk bertemu. Ia memiliki dua tanduk didahinya. Dengan kulit yang berwarna merah menutupi tubuhnya dan ekor dipantatnya seperti monyet. Kalau ada fans Manchester United sedang bersamaku saat ini pasti ia langsung ingin foto bareng bersama si setan.

“Sudah, nggak usah pake bahasa asing, lah...” kata si setan santai.

“inilah aku. Penampilan yang sangat mudah dikenali kan?. Entah siapa yang dulu mendesainnya. Sungguh tidak punya ‘taste’”. Katanya dengan ogah – ogahan.

Masih terduduk, aku yang merasa setan ini sedang ada masalah (setan lagi ada masalah?? Am i out of my mind?) memberanikan diri untuk bertanya balik, “Memangnya penampilanmu sendiri seperti apa coba?”

Si setan tersenyum, lalu mendadak ia berubah wujud. Sekarang ia berwujud seperti Hitler. Lengkap dengan seragam militer dan kumis sebagian di bawah hidungnya. Sambil berpose hormat ala NAZI ia berkata

“semauku sih. Bisa begini”. Lalu ia berubah lagi. Sekarang ia adalah rockstar terkenal. Dengan topi bowler menutupi matanya dan rambut gondrong sebahu. Sambil menenteng gitar ia berkata,

” atau begini. atau..” sekarang ia berubah lagi. Dia mengambil wujud aktress Hollywood terkenal yang terkenal dengan pose panasnya yaitu menahan rok yang sedang tertiup angin. Marlyn Monroe!! Aku terperanjat. Baru kali ini aku melihat wanita secantik ini. Si setan berkata

“ bisa begini juga sih. Atau aku lebih sering begini” sekarang ia mengambil wujud seseorang yang sangat kukenal yaitu AKU SENDIRI. Aku sedang berhadapan dengan kembaranku. Dari mulai wajah, postur tubuh hingga baju yang kukenakan ditirunya dengan sempurna. Aku bagai berdiri didepan cermin. Tapi bedanya aku ga memiliki mata yang licik seperti itu.

Dengan kesal aku berkata, “ Nggak usah nyindir ya!”

Si setan kembali ke wujudnya yang pertama. Sekarang ia memegang sebuah laptop (darimana laptop itu??) dan berkata padaku,” Hmm.. sebentar aku lihat data dari para klienku. Nah ini dia, Nama Aji Prasetyo, Pemenang Lomba Mengeluh dan Juara Festival Anak Durhaka. Mmmm.. Tergolong ‘Kafir Miskin’ rupanya.”

“Teruskan Deh..” kataku acuh.

“Lagian, ini kan bulan puasa, Bulan penuh hikmah!! Mestinya setan dibelenggu di neraka nggak boleh keluyuran” sambungku lagi.

Si setan tersenyum lagi dan kembali mengubah wujudnya. Sekarang ia berpakaian layaknya seorang ustad. Lengkap dengan kopiah, baju koko dan sarung. Ia berkata, “Maksudmu, Bulan penuh akting?”

Lagi – lagi mata liciknya terlihat jelas. Ia lalu berkata,” Setelah sebulan berpuasa, apa yang berubah dari kalian? TIDAK ADA! Pencuri kembali mencuri. Pelacur kembali melacur. Bulan puasa Cuma mengasah akting kalian. Untuk hal ini kalian benar – benar membuatku bangga. Bahkan, hebat lho, bakat preman kalian justru tumbuh subur di bulan suci ini. Hancurkan ini dan itu...” ia berkata dengan berapi – api.

“Jika di dalam bulan puasa masih ada yang berbuat dosa, siapa yang patut disalahkan?” katanya padaku.

“Setan” jawabku.

“Setan kan sedang dipenjara. Goblok. Sesungguhnya manusia adalah makhluk yang sangat cerdas dan kreatif. Kalian bisa ciptakan apapun yang kalian inginkan, mulai dari senjata hingga penyakit. Sedangkan aku? Lihatlah.. bikin anak pun aku tak bisa..”

“iya.. iya” aku hanya bisa geleng – geleng mendengar penjelasannya.

“Masalahnya sekarang kalian telah melakukan pelanggaran Hak Paten” katanya.

“Tambah kacau deh. Hak Paten apa?” kataku.

“HAK PATEN KEJAHATAN! Dari dulu setanlah pemilik hak paten untuk berbuat dosa! Tapi nyatanya sering kali dosa yang kalian lakukan bukannya mengatasnamakan aku, justru malah bawa – bawa nama Tuhan. Dan sekali lagi itu pelanggaran hak paten!” ia berbicara dengan menggebu – gebu.

“Aku sih seneng aja kalian memperburuk citra Tuhan. Tapi sesekali hargailah perasaan guru sesatmu ini.” Kali ini ia tambahkan dengan sedikit menangis.

Fuh. Kalau yang sedang berhadapan denganku ini bukanlah syatonirojim. Aku pasti sudah terharu mendengar kata – katanya. Aku menyalakan rokokku dan berkata “Terserah kami dong mau bawa nama siapa saat berbuat dosa. Kenapa kamu sewot? Masa setan masih butuh pengakuan?”

“Yaiyalah.” Serunya. “Makin lama aku mengalami krisis eksistensi. Manusia mampu berlaku ‘setani’ tanpa harus kuajari.” Ia mulai berakting seperti aktor sinetron.

“seakan – akan setan diciptakan hanya untuk memenuhi kebutuhan manusia akan kambing hitam. Makanya aku pengen bunuh diri saja.” Huh. Drama, pikirku.

“Atau begini saja, aku akan menggugat Tuhan. Punya kenalan pengacara?” katanya tiba – tiba.

“Menggugat? Atas dasar apa?” Kataku bingung.

“Karena ia pilih kasih. Julukan “Maha Adil” perlu ditinjau kembali” katanya.

“hati – hati kalau ngomong!” seruku. Sepertinya setan ini sudah kehilangan akal.

“Dasarku sangat kuat! Saat kutolak perintah Tuhan untuk bersujud di depan Adam, seketika itu pula aku di laknat olehNya” katanya berapi – api.

“Berani membangkan perintah Tuhan memang pantas DILAKNAT!” kataku tak kalah berapi – apinya. Ngomong sama setan memang bikin orang jadi emosian.

“AKU CUMA SEKALI MEMBANGKAN, KALIAN BERAPA KALI COBA? PERNAH NGITUNG GA?” Tiba – tiba ia meledak. “Dan tetap saja manusia disebut makhluk paling sempurna, masih diberi kesempatan tobat lagi..... sedangkan aku? Kasihan deh...”

Wah, aku ga nyangka setan punya pikiran sepertu itu. Tapi aku berpikir ngomong sama setan ga bakal ada habisnya. Nabi Adam saja bisa tergoda. Aku bermaksud mengakhiri percakapan ini dengan sebuah taktik . Akhirnya aku berkata “ Taruhan deh. Biarpun bisa berubah sesukamu, belum tentu kamu bisa menjadi sebutir kacang.”

“Bisa! Mudah banget.” Katanya.

“Bohong” kataku pura – pura tak percaya.

“Nih lihat kalau ga percaya” sekarang dia menjadi kecil dan berbentuk bulat. Yes dia menjadi kacang. Dengan sigap aku menangkapnya dan memasukkannya ke mulutku. Mengunyahnya dan mencernanya. Semoga ia hilang bersama tinjaku nanti.

Aku termenung sesaat. Lalu dalam hati aku berdoa pada Tuhan. “Ya Tuhan, sungguh tepat kiranya Engkau melaknat setan yang terkutuk. Mohon segera jebloskan ia ke dalam nerakaMu. Jangan beri kesempatan ia bicara sedikitpun. BAHAYA.”

========================================================

Versi komiknya bisa di baca sini

Yah gitu ceritaku. Mudah2an kalian mengerti. Silahkan interprestasikan sendiri cerita itu. Buat mas Aji, terus berkarya Mas. Dan kalau ga berkenan, bilang aja ke saya ya Mas. hehehe.

Thanks all. Bye bye for now.