Rabu, 18 Juli 2012
Confused
Jumat, 13 Juli 2012
An Alternatif Leader
Sabtu, 30 Juli 2011
Tempted
Hi all.
Hmm.. just want to make a clarification, the post title is doesnt mean anything. i just make it as a title because i was tempted to keep on bloging again after i read my friends blog. hehehe. so please dont think anything wierd bout me.
hmm... nothing much to say, but in this past week im so tired because of my schedule (like i'm a celebrity or what? hahaha). but i try to manage them all. and also in this kind of month, Medan has a weird weather. sometimes its really hot at day and sometimes its very cold and followed by a huge rain. it makes my condition not too good. :(
its been a while that i post about Nguping(in)Medan.. so, let me tell you a few things i've heard in the past few months. here goes..
Jangan Lupa Cabut Juga SIM cardnya
X : Hey, nyabut flasdisk jangan langsung di cabut gitu aja
Y : Tenang aja. udah gue reject.
Didengar oleh saya yang berfikir kalau X sering banget di misscall sama orang yang ga dikenal
Coba Periksa Mesin Faxnya, kali aja dia disitu
X : Gimana? udah mau mulai?
Y : (mahasiswa yang mau sidang yang lagi nunggu dosen pembimbing) Belum bang, masih di australia bapak itu.
X : jadi bakal sempat ga?
Y : Ga tau bang. belum lagi katanya dia mau transkrip di singapur.
Diceritakan oleh X yang langsung mencari no faxnya singapur.
Sekarang SLJJ udah murah
X : eh ada trio lestari mau manggung. mau ikut nonton ga?
Y : males ah aku ga minat sama artis lokal.
X : jadi maunya nonton siapa
Y : yang interlokal donk.
Didengar oleh saya yang langsung ngecek tarif SLJJ berapa ya sekarang :P
Apa Dia Banyak Virusnya?
X : hebat juga Indonesia bisa menang kemarin
Y : ia christian gonzales bisa nyetak dua gol
Z : ia..ia hebat dia. ga salah dia ikut di netralisasi.
Didengar oleh saya yang langsung merasa gatal - gatal.
Mungkin Dia Bisa Parseltounge juga.
Dosen : Yah biasanya saya yang mengajar tentang bahasa orang. yaitu bahasa produsen dan konsumen. Untuk selanjutnya saya akan mengajar bahasa lain yaitu bahasa?
X : (pelan - pelan ) Hewan...
Dosen : ya betul.. bahasa barang.
Didengar oleh saya yang pengen tau apa yang dikatakan sama sapi saat di perah susuny
Ok thats all for now. hehehe.
Oya currently i've listen to INCUBUS new album (if not now, When?) and its a great album with a lot of great song. maybe later i post about it (i'm still sad because i cant see their performed in 26th july 4 days ago).
tata for now
Oya... Dua hari lagi mau puasa. Saya ingin minta maaf lahir dan batin kepada orang2 yang mengenal saya dan yang membaca blog ini. semoga salah2 kata dan perbuatan saya bisa dimaafkan. mari kita menyambut ramadhan dengan hati bersih dan semoga pahala kita diterima. Amiin.
Rabu, 18 Mei 2011
Secret Conversation of Our Board Members
Kemarin, aku baru baca majalah Tempo no 00011 edisi 16 – 22 Mei 2011. Majalah Tempo edisi ini memiliki judul yang menarik yaitu Calo – Calo Senayan, yang juga menjadi liputan utama mereka. Dari artikel ini kita bisa tahu apa saja sih yang dilakukan anggota dewan yang terhormat itu di kantor mereka. Dan apa saja sih yang harus dilakukan untuk membuat sebuah anggaran dalam rapat perencanaan APBN atau APBD. Saya sangat menyarankan seluruh rakyat Indonesia untuk membaca artikel ini. Agar kita tahu para anggota dewan yang terhormat yang kita pilih secara langsung itu kerjaannya ngapain aja di senayan. Ada indikasi bahwa anggota dewan menjadi calo bagi pejabat atau pengusaha untuk meng-Gol-kan proyek atau anggaran bagi daerah mereka. Dan tentu saja yang namanya calo itu dibayar lebih mahal.
Yah terlepas dari artikel itu benar atau tidak. Soalnya seluruh anggota dewan yang menjadi narasumber, kebanyakan membantah, atau tidak mau berkomentar tentang hal itu. Kalo ga benar yah silahkan tuntut aja majalahnya.
Yang jadi menarik buat saya adalah ada artikel kecil pendukung laporan utama itu yang berjudul Kamus Gaul Bahasa Senayan. Bagaikan sebuah cerita spionase, ternyata para anggota dewan juga memiliki kode – kode rahasia yang –menurut majalah tempo bisa menyembunyikan transaksi gelap yang ada di gedung DPR. Kode ini hanya bisa dipahami oleh sesama anggota dewan, meskipun orang lain juga sudah bisa menduga maknanya.
Kode – kode itu antara lain:
Gini - gini aja nih? –diucapkan kalau tak ada tanda – tanda bakal ada kucuran uang.
Lagunya apa? Bagimu Negri? –Ditanyakan sebelum proyek; ada uang atau tidak. Bagimu negri merujuk pada proyek yang tidak berduit karena bait dalam lagu itu berbunyi “Kami mengabdi...”
Kok puasa terus, kapan bukanya? –diucapkan kalau tak ada tanda bakal ada kucuran uang.
Hitungannya jago, tambah – tambahan hebat, tapi membaginya kurang pintar.. –Menyindir pejabat yant tidak pernah membagi duit.
Mana nih air zamzamnya? –Menanyakan kucuran uang.
Berapa meter kirimannya? –meter dipakai menggantikan kata “Milliar”
Kok kuenya pahit, kurang manis nih.. –protes karena jumlah duit yang dibagikan kurang.
Nah, begitu lho, makanannya enak – enak. Kami suka sekali dengan kiriman anda kemarin.. –puas dengan kiriman duit.
Ada makan siang, mau ikut nggak? –memberi tahu ada proyek yang akan digarap.
Lagi ketemu pasien –anggota dewan sedang bernegosiasi dengan pejabat atau pengusaha.
Selain itu ada juga kode dari pengusaha atau pejabat kepada anggota dewan. Antara lain:
Kami sudah kirim lima bola, bisa untuk main sama teman – teman. –setoran duit Rp. 500 juta.
Ada kiriman buku dari Amerika, maaf di dalamnya ada tiket nonton jazz 10 lembar. –ada kiriman amplop berisi US$ 10 ribu.
Sumber: Majalah Tempo no 00011 Edisi 16 – 22 Mei 2011
Gilee.. keren banget ya mereka. Saya bisa membayangkan di sebuah restoran mahal atau di saat kumpul2 bersama satu komisi atau fraksi, mereka ngobrol kaya gini
“aduh kok pahit ya kuenya, kurang manis”
“nyantai aja bro, ntar kite dapet air zamzamnya”
“Eh mau pada kemana nih?” “Makan siang, mau ikut ga?”
“Eh si anu kemana sih kok ga keliatan?” “Biasa bro, lagi ketemu pasien”
Wah. Saya kehabisan kata2. Ngomong2 artikelnya Tempo ini juga dibahas di “Apa Kabar Indonesia Malam” di TVOne hari ini tanggal 18 Mei 2011. Dengan bintang tamu Permadi, Fajrul Rachman dan anggota dewan yang saya lupa namanya. Permadi menyatakan bahwa hal2 seperti itu memang ada, sedangkan si anggota dewan itu bilang dia ga pernah tuh menemukan hal2 itu di gedung DPR. Fajrul Rachman memberikan solusi kalau anggota dewan yang memang ada melakukan hal2 itu jangan dipilih lagi lah kedepannya.
Hmm.... pusing ya mikirinnya. Seorang idealis pun kalau masuk ke kolam lumpur, mau ga mau akan berlumuran lumpur. Bahkan dari seorang kader partai muslim yang identik dengan islam yang bahkan menterinya saja ga mau bersentuhan dengan wanita saja dikabarkan menjadi calo juga di senayan. Yang hebatnya, orang yang meminta sang kader ini untuk menjadi calonya berpendapat bahwa dia adalah orang yang amanah. What the F**k? orang amanah apa kaya gitu?
Sebenarnya apa sih yang mereka cari? Dengan gaji dan tunjangan yang besar, mobil mewah dan rumah dinas, laptop, anggaran studi banding, duit rapat, untuk apa lagi coba mereka jadi calo? Wallohualam.
Semoga Alloh SWT menunjukkan jalan terbaik bagi saya, anggota dewan, dan kita semua jalan terbaik yang akan membawa kita menuju kebaikan dan kedamaian.
Amiiin.
Minggu, 15 Mei 2011
A Dialogue With The Devil
Beberapa waktu yang lalu aku membeli sebuah buku. Judulnya adalah Hidup Itu Indah. Awalnya aku kira kalau buku itu adalah buku komik kaya bukunya Beni & Mice, tapi yah agak2 beda juga. hehe. Buku itu adalah kumpulan komik karangan mas Aji Prasetyo yang juga bisa dibaca di blognya yaitu Klewang.multiply.com. Selain komik, ada juga tulisan pikiran dari mas Aji di situ. Yah buku ini recommended dari saya deh. hehe.
Diantara komik2 yang ada di dalam buku itu, ada satu cerita yang paling saya suka dan kagumi. Kok bisa ada orang yang bikin certita kaya gini, gitu pikir saya. Judulnya "Setan Menggugat". Nah, saya ingin berbagi cerita itu dengan kalian pembaca blog saya. kalau ada. hehehe..
Tapi karena saya ga bisa ngegambar, jadi saya akan bercerita dengan gaya cerpen. mudah2an pada ngerti ya dan jalan ceritanya ga berubah. Saya minta Ijin ya Mas Aji.
And the story goes like this
========================================================
picture source
Suatu hari saat menjelang pulang ke rumah aku melihat sesuatu di ujung jalan. Sepertinya ada seseorang yang sedang memasang tali pada suatu tiang dan mengaitkan talinya pada lehernya sendiri. Aku terkesiap. Orang itu ingin gantung diri!!. Aku segera berlari sembari berteriak.
“Jangan lakukan itu Bung!!”
Orang itu hanya menoleh sedikit. Aku tidak bisa melihat bagaimana wajahnya. Tingginya sepantaran dengan ku tapi anehnya ia tidak memakai baju atasan, hanya celana pendek saja. Akhirnya orang itu berkata. “Memangnya kenapa? Usil Amat.”
“Kau akan dilaknat Tuhan!! ... Jiwamu tidak akan diterima!!” kataku lagi. Aneh pikirku. Kok jawabannya seperti itu.
Lalu ia menoleh sempurna ke arah ku dan berkata “Dari dulu kan sudah begitu?. Akulah satu – satunya makhluk Tuhan yang dilaknat.”
Saat itulah aku melihat sosoknya. Aku sangat terkejut hingga membuatku jatuh terduduk.
“HAH !? SETAN!! SYAITONIROJIM!!!” kataku . Ternyata ia sama sekali bukan manusia. Ia adalah Setan atau Syetan atau apalah kalian ingin menyebutnya. Ia sekarang berdiri didepanku. Sosok yang sama sekali tidak pernah aku harapkan untuk bertemu. Ia memiliki dua tanduk didahinya. Dengan kulit yang berwarna merah menutupi tubuhnya dan ekor dipantatnya seperti monyet. Kalau ada fans Manchester United sedang bersamaku saat ini pasti ia langsung ingin foto bareng bersama si setan.
“Sudah, nggak usah pake bahasa asing, lah...” kata si setan santai.
“inilah aku. Penampilan yang sangat mudah dikenali kan?. Entah siapa yang dulu mendesainnya. Sungguh tidak punya ‘taste’”. Katanya dengan ogah – ogahan.
Masih terduduk, aku yang merasa setan ini sedang ada masalah (setan lagi ada masalah?? Am i out of my mind?) memberanikan diri untuk bertanya balik, “Memangnya penampilanmu sendiri seperti apa coba?”
Si setan tersenyum, lalu mendadak ia berubah wujud. Sekarang ia berwujud seperti Hitler. Lengkap dengan seragam militer dan kumis sebagian di bawah hidungnya. Sambil berpose hormat ala NAZI ia berkata
“semauku sih. Bisa begini”. Lalu ia berubah lagi. Sekarang ia adalah rockstar terkenal. Dengan topi bowler menutupi matanya dan rambut gondrong sebahu. Sambil menenteng gitar ia berkata,
” atau begini. atau..” sekarang ia berubah lagi. Dia mengambil wujud aktress Hollywood terkenal yang terkenal dengan pose panasnya yaitu menahan rok yang sedang tertiup angin. Marlyn Monroe!! Aku terperanjat. Baru kali ini aku melihat wanita secantik ini. Si setan berkata
“ bisa begini juga sih. Atau aku lebih sering begini” sekarang ia mengambil wujud seseorang yang sangat kukenal yaitu AKU SENDIRI. Aku sedang berhadapan dengan kembaranku. Dari mulai wajah, postur tubuh hingga baju yang kukenakan ditirunya dengan sempurna. Aku bagai berdiri didepan cermin. Tapi bedanya aku ga memiliki mata yang licik seperti itu.
Dengan kesal aku berkata, “ Nggak usah nyindir ya!”
Si setan kembali ke wujudnya yang pertama. Sekarang ia memegang sebuah laptop (darimana laptop itu??) dan berkata padaku,” Hmm.. sebentar aku lihat data dari para klienku. Nah ini dia, Nama Aji Prasetyo, Pemenang Lomba Mengeluh dan Juara Festival Anak Durhaka. Mmmm.. Tergolong ‘Kafir Miskin’ rupanya.”
“Teruskan Deh..” kataku acuh.
“Lagian, ini kan bulan puasa, Bulan penuh hikmah!! Mestinya setan dibelenggu di neraka nggak boleh keluyuran” sambungku lagi.
Si setan tersenyum lagi dan kembali mengubah wujudnya. Sekarang ia berpakaian layaknya seorang ustad. Lengkap dengan kopiah, baju koko dan sarung. Ia berkata, “Maksudmu, Bulan penuh akting?”
Lagi – lagi mata liciknya terlihat jelas. Ia lalu berkata,” Setelah sebulan berpuasa, apa yang berubah dari kalian? TIDAK ADA! Pencuri kembali mencuri. Pelacur kembali melacur. Bulan puasa Cuma mengasah akting kalian. Untuk hal ini kalian benar – benar membuatku bangga. Bahkan, hebat lho, bakat preman kalian justru tumbuh subur di bulan suci ini. Hancurkan ini dan itu...” ia berkata dengan berapi – api.
“Jika di dalam bulan puasa masih ada yang berbuat dosa, siapa yang patut disalahkan?” katanya padaku.
“Setan” jawabku.
“Setan kan sedang dipenjara. Goblok. Sesungguhnya manusia adalah makhluk yang sangat cerdas dan kreatif. Kalian bisa ciptakan apapun yang kalian inginkan, mulai dari senjata hingga penyakit. Sedangkan aku? Lihatlah.. bikin anak pun aku tak bisa..”
“iya.. iya” aku hanya bisa geleng – geleng mendengar penjelasannya.
“Masalahnya sekarang kalian telah melakukan pelanggaran Hak Paten” katanya.
“Tambah kacau deh. Hak Paten apa?” kataku.
“HAK PATEN KEJAHATAN! Dari dulu setanlah pemilik hak paten untuk berbuat dosa! Tapi nyatanya sering kali dosa yang kalian lakukan bukannya mengatasnamakan aku, justru malah bawa – bawa nama Tuhan. Dan sekali lagi itu pelanggaran hak paten!” ia berbicara dengan menggebu – gebu.
“Aku sih seneng aja kalian memperburuk citra Tuhan. Tapi sesekali hargailah perasaan guru sesatmu ini.” Kali ini ia tambahkan dengan sedikit menangis.
Fuh. Kalau yang sedang berhadapan denganku ini bukanlah syatonirojim. Aku pasti sudah terharu mendengar kata – katanya. Aku menyalakan rokokku dan berkata “Terserah kami dong mau bawa nama siapa saat berbuat dosa. Kenapa kamu sewot? Masa setan masih butuh pengakuan?”
“Yaiyalah.” Serunya. “Makin lama aku mengalami krisis eksistensi. Manusia mampu berlaku ‘setani’ tanpa harus kuajari.” Ia mulai berakting seperti aktor sinetron.
“seakan – akan setan diciptakan hanya untuk memenuhi kebutuhan manusia akan kambing hitam. Makanya aku pengen bunuh diri saja.” Huh. Drama, pikirku.
“Atau begini saja, aku akan menggugat Tuhan. Punya kenalan pengacara?” katanya tiba – tiba.
“Menggugat? Atas dasar apa?” Kataku bingung.
“Karena ia pilih kasih. Julukan “Maha Adil” perlu ditinjau kembali” katanya.
“hati – hati kalau ngomong!” seruku. Sepertinya setan ini sudah kehilangan akal.
“Dasarku sangat kuat! Saat kutolak perintah Tuhan untuk bersujud di depan Adam, seketika itu pula aku di laknat olehNya” katanya berapi – api.
“Berani membangkan perintah Tuhan memang pantas DILAKNAT!” kataku tak kalah berapi – apinya. Ngomong sama setan memang bikin orang jadi emosian.
“AKU CUMA SEKALI MEMBANGKAN, KALIAN BERAPA KALI COBA? PERNAH NGITUNG GA?” Tiba – tiba ia meledak. “Dan tetap saja manusia disebut makhluk paling sempurna, masih diberi kesempatan tobat lagi..... sedangkan aku? Kasihan deh...”
Wah, aku ga nyangka setan punya pikiran sepertu itu. Tapi aku berpikir ngomong sama setan ga bakal ada habisnya. Nabi Adam saja bisa tergoda. Aku bermaksud mengakhiri percakapan ini dengan sebuah taktik . Akhirnya aku berkata “ Taruhan deh. Biarpun bisa berubah sesukamu, belum tentu kamu bisa menjadi sebutir kacang.”
“Bisa! Mudah banget.” Katanya.
“Bohong” kataku pura – pura tak percaya.
“Nih lihat kalau ga percaya” sekarang dia menjadi kecil dan berbentuk bulat. Yes dia menjadi kacang. Dengan sigap aku menangkapnya dan memasukkannya ke mulutku. Mengunyahnya dan mencernanya. Semoga ia hilang bersama tinjaku nanti.
Aku termenung sesaat. Lalu dalam hati aku berdoa pada Tuhan. “Ya Tuhan, sungguh tepat kiranya Engkau melaknat setan yang terkutuk. Mohon segera jebloskan ia ke dalam nerakaMu. Jangan beri kesempatan ia bicara sedikitpun. BAHAYA.”
========================================================Versi komiknya bisa di baca sini
Yah gitu ceritaku. Mudah2an kalian mengerti. Silahkan interprestasikan sendiri cerita itu. Buat mas Aji, terus berkarya Mas. Dan kalau ga berkenan, bilang aja ke saya ya Mas. hehehe.
Thanks all. Bye bye for now.