Tampilkan postingan dengan label 17 Agustus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 17 Agustus. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Agustus 2012

17 - 08 - 2012





Hari ini Indonesia merayakan kemerdekaannya yang ke 67

Jika kita ibaratkan Indonesia adalah manusia, bisa dibayangkan kalau Indonesia adalah seseorang yang berusia tua atau sangat matang (kalau ga mau dibilang tua :P).

Jika kita ibaratkan lagi Indonesia adalah manusia bangsa Indonesia, maka yang ada dibayangan saya adalah sosok seseorang yang berusia lanjut, dengan uban di rambut yang hampir menipis, dengan perut yang maju. Sosok ini memiliki pandangan dan pendengaran yang tidak terlalu prima dan sedang duduk di kursi yang nyaman. Sosok itu mungkin sedang menggerutu atau bersenda gurau dengan anak cucu. Meskipun kursi itu tampak nyaman, tetapi tetap saja sosok tersebut tidak merasa tenang karena sedang bergelut dengan beberapa penyakit akibat dari kurang memperhatikan makanan di saat muda atau kurang berolahraga. Sosok itu terkadang memiliki pengetahuan yang cukup dalam, tapi tak jarang pula pikirannya terbang entah kemana hingga lawan bicara kebingungan jika hendak menyapa. Sosok ini muncul jika di zaman modern ini ia hidup berkecukupan. Bagaimana jika ia hidup tidak berkecukupan? Yang muncul mungkin adalah sosok orang tua yang kurus dengan kulit menghitam yang hidup sendiri tanpa keluarga yang tiap hari harus dibantu oleh orang lain. Miris. Meskipun saya yakin tidak semua orang tua di Indonesia seperti itu, hehehe. Ini cuma kiasan saja.


Jika kita bandingkan dengan sosok orang – orang tua di luar negeri (sosok sebenarnya, bukan kiasan kaya Indonesia tadi ya), terutama negara maju misalnya Swiss, Amerika, Inggris, Korea atau Jepang, adalah orang – orang yang mandiri (tentu saja hal ini juga ditunjang dengan fasilitas yang diberikan oleh negaranya) dan kuat. Saya pernah melihat turis Jepang yang sedang melakukan travelling ke beberapa negara di Asia Tenggara hanya berdua saja. Suami istri dengan usia yang cukup lanjut. Atau waktu saya melihat di variety show korea terkadang kita bisa melihat ibu/bapak tua yang sedang naik subway sendiri tanpa takut atau dibantu. Bagi saya sosok seperti itu sangat mengagumkan. Di jazirah arab, para syeikh atau tuan guru (bukan syeikh pengusaha minyak ya) adalah sosok yang sangat dikagumi dan semakin tua ia akan semakin berilmu dan bijaksana dan paling sering diminta pendapatnya.

Semoga orang – orang tua Indonesia juga seperti itu. Amiiin

Di usia Indonesia ke 67 tahun ini, marilah kita berdoa untuk Indonesia agar Indonesia tidak hanya menjadi bangsa yang merdeka, tetapi juga menjadi bangsa yang mandiri. Tidak perlu bergantung dengan negara lain karena semakin tua ia semakin kuat. Semakin tua semakin berisi dan bijaksana. Meskipun sudah beranak cucu, tetap tidak pikun dan pelupa dan bisa bercerita dengan lancar tentang sejarah dan kejayaannya kepada cucu dan cicitnya untuk diteruskan oleh mereka nantinya.

Amiin ya Rabb

Pasti banyak dari kita yang merasa kecewa dengan Indonesia di usianya yang ke 67 ini, tapi jika semua orang Indonesia meng-aminkan harapan ini, InsyAlloh akan didengar Alloh SWT dan bisa terkabul

Sekali lagi Amiin ya Rabb

Selamat hari kemerdekaan yang ke 67

Minggu, 17 Agustus 2008

Hari merdeka???

Wow, hari ini hari kemerdekaan. Ga terasa negara kita sudah berumur 63 tahun. Wah udah kakek2 donk. Hehehe.

Hari ini adalah hari dimana saya dulu berupacara bendera di sekolah, dari mulai SD ampe SMU, hari ini juga adalah hari dimana seluruh acara tv memiliki embel2 kemerdekaan. Dari acara gossip edisi kemerdekaan sampai reality show edisi kemerdekaan. Mungkin acaranya bakal kayak gini:

Pembawa acara : ”Yak, kali ini klien kita merupakan cewe yang akan menguji kesetiaan pacarnya. Mumpung hari ini hari kemerdekaan kita akan lihat apakah sang pacar akan tetap setia seperti para pahlawan yang membela negara kita dulu.”

Wow, penting abis...

Yang bisa saya ingat dari 17 Agustus adalah lomba. 17 Agustus tidak akan pernah lengkap tanpa lomba. Dari mulai makan karung, balap kerupuk, masukin pinang dalam botol, panjat paku, dll. Saya ga tau apakah lomba2 itu melambangkan perjuangan para pejuang jaman dulu, tapi yang jelas saya menikmatinya. Kalo kalian gimana?

Tapi apakah kita memang sudah merdeka? Kalo ditanya kayak gitu saya juga bingung mo jawab apa. Mungkin tergantung dari apa definisi merdeka itu sendiri. Bagi sebagian orang merdeka mungkin berarti dia bebas joget2 sambil goyang2in pantatnya di depan anak kecil. Bagi sebagian orang merdeka mungkin berarti bebas memberikan predikat ”dzalim” atau ”kafir” kepada orang2 yang ga sepaham. Bagi sebagian orang merdeka mungkin berarti bebas berekspresi sambil bugil2 dan make narkoba. Jadi apa Indonesia sudah merdeka? Entahlah saya ga bisa menjawabnya. Bung Karno pernah berkata saat Indonesia belum merdeka ”Saat Indonesia merdeka, Indonesia harus sudah menjadi negara yang berdaulat, merdeka secara ekonomi dan rakyat sudah sejahtera. Apakah kita sudah seperti itu? Nurut saya sih belum. Jadi kita sebenarnya belum merdeka menurut definisi Bung Karno? Entahlah Pak Belalang, saya tak tahu. Mungkin ini karena rasa nasionalisme saya masih kurang kali ya?

Apapun definisi merdeka bagi kita, 17 Agustus selalu di peringati sebagai hari kemerdekaan, hari dimana para founding father kita memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia. 17 Agustus diperingati dengan berbagai cara, mulai dari ceremonial seperti upacara di Istana, Kantor2, sekolah dll, atau dengan lomba, atau dengan dangdutan, dan banyak lagi yang lain. Semuanya menganggap apa yang mereka lakukan mewakili perjuangan para pejuang jaman dulu (apa iyaya??). 17 Agustus menjadi hari yang suci bagi orang Indonesia, oleh karena itu pada hari itu kita libur (holiday = holy day = hari libur, hari suci).

Begitu banyak harapan yang kita harapkan kalo kita berulang tahun, jadi saya juga ingin mengharapkan sesuatu di hari ulang tahun Indonesia ini. Saya berharap tahun ini dan seterusnya Indonesia menjadi tempat yang nyaman, indah bagi seluruh penduduknya seperti istilah gemah ripah loh jinawi dan semoga tahun ini Indonesia dapat melunasi hutang2nya, karena seperti kata Tan Malaka ”Negara yang hidup meminjam pasti menjadi hamba peminjam”. Tentu kita tidak ingin negara kita seperti itu kan? Mudah2an dikabulkan Tuhan. Amin.

Wow, tumben saya bisa berpikir kaya gini. Hehehe.