Tampilkan postingan dengan label ERK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ERK. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Januari 2009

Kamar Gelap by Efek Rumah Kaca




Album pertama yang aku beli di taun ini adalah album keduanya Efek Rumah Kaca (ERK). yang berjudul Kamar Gelap. Rilisnya sih desember 2008, tapi baru ketemu di medan di awal tahun. hehe. Sebelumnya ERK sudah merilis single pertama dari album ini yang berjudul "Kenakalan Remaja di Era Informatika". Sebuah lagu dengan lirik yang menyindir remaja2 saat ini yang hobi bugil di hape. Ck..ck..ck.

Kenakalan Remaja di Era Informatika

Senang mengabadikan tubuh yang tak berhalang
Padahal hanya iseng belaka

Ketika birahi yang juara, etika menguap entah kemana

Oh nafsu menderu-deru, bikin malu...

Rekam dan memamerkan badan dan lainnya
Mungkin hanya untuk kenangan

Ketika birahi yang juara, etika menguap entah kemana

Oh nafsu menderu-deru, bikin malu...
Oha nafsu menderu-deru, susah maju,

Apakah kita tersesat arah? Mengapa kita tak bisa dewasa?


Album kamar gelap memiliki 12 lagu yang kesemuanya (menurutku) keren2. Lagu2nya benar2 khas ERK yaitu memiliki lirik yang unik, aneh, puitis dan jujur. Lagu yang paling aku suka judulnya "Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa". Ni lagu keren dah. Kalo ga percaya beli aja albumnya. hahaha.

Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa

Akan kemanakah aku dibawanya?
Hingga saat ini menimbulkan tanya
Engkau dan aku menuju ruang hampa
Tak ada sesiapa hanya kita berdua

Kau belah dadaku mengganti isinya
Dihisap pikiranku memori terhapus
Terkunci mulutku menjeritkan pahit...
Uuuuuu...

Hingga kau belah rongga dadaku
Mengganti isinya dengan batu
Hingga kau kunci rapat mulutku
Engkau dan aku bumi dan langit


Temanku apri alias prima juga udah memberikan tribut untuk mereka di blognya.
Last but not least, album ini sangat pantas untuk kalian miliki di rumah. Salah satu album terbaik 2008. Ayo semua pada beli. Hiduup Efek Rumah Kaca.. you rawk guys.

Minggu, 21 Desember 2008

Midnight Madness

Belanja Terus sampai Mati

Akhir dari sebuah perjalanan
mendarat di sudut pertokoan
buang kepenatan

awal dari sebuah kepuasan
kadang menghadirkan kebanggaan
raih keangkuhan

tapi tapi
itu hanya kiasan
juga juga suatu pembenaran
atas bujukan setan,
hasrat yang dijebak jaman
kita belanja terus sampai mati

duhai korban keganasan peliknya kehidupan urban
duhai korban keganasan peliknya kehidupan urban

by, Efek Rumah Kaca

Berawal dari celetukan adikku yang bilang kalo malam minggu kemarin dan khusus hari itu, ada yang namanya midnight sale di Sun Plaza. Diskon besar2an ampe 80 %. Di Medan setau ku belum pernah tuh ada yang namanya midnight sale2an. Jadi pengen liat. Ga kayak kota2 besar lainnya. Hehe. Sun plaza adalah salah satu mall terbesar di Medan dan satu2nya mall yang memiliki perwakilan SOGO. Jadi ibuku dan adikku (aku juga sih. hehe) dengan semangat 45 membujuk ayahku buat pergi ke sana. Dan berhasil… yesss. Belanja2 nih.

Berhubung namanya midnight, jadi sale nya di mulai dari jam 9 ampe 12 malem. Kami berangkat abis magrib dan makan malem. Sekitar jam setengah 8. Yang kami lupa adalah hari itu adalah malem minggu. Hari dimana muda-mudi, tua-tui, jalan-jalan, kongkow-kongkow menghabiskan malam. Dan yang kami ga tau, adalah ternyata pengumuman tentang midnight sale itu udah tersebar ke seluruh kota dan seluruh kota sedang menuju ke sana. Jarang2 gitu lo ada diskon ampe 80 %.

Jadi.. apa yang terjadi?? Yang terjadi adalah kemacetan yang luar biasa. Aku ga habis pikir, kirain cuma Jakarta aja yang bisa macet besar2an kayak gitu. Di hari biasa, dari rumahku ke sun plaza hanya butuh waktu sekitar 20 menitan. Tapi kemarin hal itu tak terbukti. Kami terjebak. Sepanjang jalan Diponegoro (jalan menuju Sun plaza) macet total. Total. T-O-T-A-L. Anjriittt. Mobil kami ga bergerak. Sekalinya bergerak Cuma se-inchi2 la. Orang2 berbondong2 pergi ke Sun. Persis kayak adegan film I am legend dimana seluruh kota mengalami kemacetan karena ingin keluar dari kota NY yang terserang wabah virus mematikan (diskon = virus??). Lampu lalu lintas juga mati. Parah gila. Tempat parkir pada penuh, ga ada tempat buat naro mobil.

Orang2 yang pengen ke Sun memutuskan untuk parkir di Mesjid Agung atau meninggalkan mobil mereka bersama supir lalu berjalan ke sun (nenek2 aja semangat buat jalan kaki). Hebat. Sungguh hebat pengaruh yang dibuat kata “midnight sale” kepada setiap orang2 yang menuju sun. Kesemuanya ingin menikmati apa yang disebut potongan harga. Hahaha. Betul kata Efek Rumah Kaca, budaya “belanja terus sampai mati” tertanam di tiap2 individu yang ada di sana kemarin. Termasuk aku. Huhu.

Di tengah kemacetan itu, ayahku yang benci dengan situasi2 seperti itu mulai menggerutu. Mulanya sih ayahku diem aja. Terus berdecak kagum kesal, lalu ngomong “macam mana ini ga jalan2 kita” trus ngomong lagi “ah, ga betul lagi ini” sampai akhirnya “ya udahlah pulang aja kita”.

Dan itulah…..

Setelah 1 setengah jam ga bergerak, ayahku mengambil jalur keluar dari arah sun. kami sampai rumah sekitar jam 10 lewat. Tanpa hasil apa2. Yang ada cuma capek dan kesal aja. Tua2 di jalan aja. Parah, malam mingguan kemarin. Kayaknya kota Medan (atau aku??) belum siap tu buat yang namanya midnight sale. Sialll, padahal aku juga pengen belanja2, huhu.

Maybe next time…next time maybe…

Oya, denger2 kabar dari tanteku, katanya midnight sale nya ditambah waktunya sampe jam 2 pagi. Gileeee, doping apa yang dipake orang2 buat belanja ampe jam segitu?? ck..ck..ck. Belanja terus sampe mati........

Kamis, 18 Desember 2008

Insomnia...kah?

Anjritttt..........
Aku mulai susah tidur lagi.
Ga mau menutup mata lagi.
Bawaannya pengen ngeblog lagi.
Apa aku kena insomnia.....lagi?

Insomnia

Insomnia coba aku, pecahkan sgala misterimu
Ku nanti dan ku cari seserpih mimpi
Kau bunuh suhu di sangkarku
Cuaca di tamanku

Gerimis datang musnahlah gersang
Ku tetap terjaga, aku tetap terjaga
Habis terkuras kelenjar air mata
Ku tetap terjaga, aku tetap terjaga....

Insomnia...........

Ku rindu untuk bercumbu mesra alam bawah sadarku
Ku nanti dan ku cari seserpih mimpi

Kau bunuh suhu di sangkarku
Cuaca di tamanku, musim di kanvasku

by, Efek Rumah Kaca

Arrrrgggghhhhh...........Anjritttttttt!!!!
Kenapa aku tetap terjaga?????
Aku mau tidurrrrrrrrr........

Rabu, 10 Desember 2008

Desember

Desember

Selalu ada yang bernyanyi dan berelegi
Di balik awan hitam
Semoga ada yang menerangi sisi gelap ini,
Menanti..
Seperti pelangi yang setia menunggu hujan reda

Aku selalu suka sehabis hujan di bulan desember,
Di bulan desember

Sampai nanti ketika hujan tak lagi
Meneteskan duka meretas luka
Sampai hujan memulihkan luka

by, Efek Rumah Kaca


Bulan ini bulan Desember......

Bulan dimana hujan menjadi raja....

Bulan dimana pelangi setia menunggunya......

Aku suka bulan desember......